Polisi Gerebek Pabrik Pembuat Arak Terbesar di Bojonegero, Hasilnya mengejutkan

oleh

Bojonegero,memo.co.id

Tim Panther Polres Bojonegero yang terdiri dari Satuan Resmob (reserse mobil) dan Sabhara menggerebek sebuah gudang yang di duga dijadikan pabrik pembuatan miras (minuman keras) jenis arak yang berlokasi di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegero.

Dalam penggerebekan tersebut berawal dari laporan warga sekitar yang tercium bau menyengat tak sedap. Berdasarkan laporan tersebut Kapolres memerintahkan tim Panther anggota resmob untuk melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.

Benar saja setelah dilakukan penyelidikan bahwa gudang tersebut dijadikan pabrik tempat pembuatan minuman keras (miras) jenis arak. Langsung saja pada sabtu (23/9/2017) sekitar pukul 19.30 WIB tim langsung melakukan penggeledahan. Sungguh diluar dugaan ternyata didalam pabrik tersebut telah memproduksi miras dengan jumlah yang sangat besar.

Usai, setelah dilakukan penggerebekan dan di dapati ribuan liter arak, dalam beberapa jam kemudian Kapolres Bojonegero AKBP Wahyu S Bintoro SH, S.IK, M.Si langsung sidak mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). Dalam keterangannya Kapolres membeberkan hasil tangkapan dari anggotanya.

” Selain barang bukti ribuan liter arak, kami juga berhasil mengamankan dua warga Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegero selaku produsen dan pemilik gudang yaitu SHJ (59) serta AV (pekerja dalam produksi miras tersebut).

Sebanyak 333 buah drum masing-masing berisi 200 liter bahan baku pembuat arak (fermentasi) total keseluruhan berisi 66.600 ribu liter atau 66,6 ton dengan nilai kurang lebih Rp.3,3 miliar.

Selain itu diamankan pula 96 buah tabung Elpiji ukuran 3 kilogram, 110 sak gula pasir, 2 buah mesin pemanas, 159 kardus berisi botol ukuran 1.5 liter dan masing-masing kardus berisi 12 botol minuman arak arak siap jual sehingga mencapai 1.908 botol sebanyak 2.862 liter,”ungkap kapolres kepada para awak media.

Petugas juga mengamankan 2 buah bak yang berisikan arak dari hasil pemanasan dan dua bak lagi yang berisi limbah dari hasil pemanasan, 2 mesin pompa air untuk proses penyedot bahan baku dari drum, serta 27 koli botol kosong masing-masing terdiri dari 72 botol ukuran 1.5 liter total sebanyak 1.944 botol.

Dalam menjalankan bisnis haramnya tersebut menurut pengakuan pelaku dilakukan secara otodidak dari pelaku lain yang sebelumnya mengontrak rumahnya. Setelah palaku yang juga memproduksi miras (arak) tidak mengontrak lagi lalu diteruskan,”akunya.

Selama menjalankan aksinya modus pelaku berpura-pura menjual tabung gas Elpiji 3 Kg sebagai kamuflase tempat memproduksi miras.

Kapolres menambahkan, mengingat banyaknya barang bukti untuk sementara baranf bukti masih berada di lokasi gudang (TKP) hanya saja gudang dipasang garis polisi (police line). Sesangkan pelaku kami amankan di Mapolres Bojonegero guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Dan Atas perbuatannya tersangka bisa dikenakan pasal berlapis karena melanggar pasal 204 ayat (1) KUHP dan pasal 137 ayat (1) dan atau pasal 135 UU No.18 tahun 2012 tentang pangan,”imbuh Wahyu S Bintoro.(mus)

Tinggalkan Balasan