Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek di Tambakboyo Mengakhiri Hidupnya di Tali Gantung

oleh

Tuban,memo.co.id

Akibat sakit menahun yang di deritanya, kakek Suparjan (55) warga Dusun Dolok, Desa Ngulahan, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban Jawa Timur mengakhiri hidupnya dengan menjerat lehernya sendiri mamakai tali tampar.

Berdasarkan keterangan Kasubbg Humas Polres Tuban AKP Elis Suendayati SH kepada memo.co.id, mengatakan bahwa Suparjan (55) warga Dusun Dolok, Desa Ngulahan, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, pertama kali diketahui bunuh diri oleh istrinya yaitu Wati yang juga tinggal serumah dengan korban.

“Kejadian tersebut bermula pada, Sabtu (23/9/2017) sekitar pukul 05.00 WIB dini hari, pada saat itu, istri korban bangun dari tidur dan langsung membuka pintu luar rumah. Setelah pinti terbuka istri korban langsung sok ketika melihat suaminya sudah bergantung di depan teras rumah dengan menggunakan tali tampar warna biru tanpa menggunakan baju hanya memakai celana kolor pendek,” terangnya.

Melihat kejadian tersebut istri korban langsung lari membangunkan Rusminah (36) anak korban dan menantunya Daudi (40). Setelah dilaporkan ke perangkat desa setempat dan ditindaklanjuti ke polsek Tambakboyo.

Setelah mendapat laporan, bersama anggota Kapolsek Tambakboyo AKP Mujito langsung melakukan olah (TKP).

Sementara itu menurut keterangan dari Kapolsek Tambakboyo, Mujito SH berdasarkan keterangan dari para saksi bahwa, korban selama ini telah mengalami sakit linu pada kaki, kalau kumat tidak bisa berjalan. Dan penyakit ini sudah di derita oleh korban sejak lama.

“Atas penyakit yang diderita tersebut kemungkinan korban merasa putus asa sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Korban melakukan bunuh diri dengan cara mengikat lehernya memakai tali tampar yang di ikatkan di kayu penyangga atap teras depan rumah,”jelasnya.

Mujito menambahkan karena pihak keluarga korban tidak memghendaki korban untuk dilakukan otopsi sehingga hanya dilakukan visum luar. Berdasarkan visum dari pihak Dr. Puskesmas Tambakboyo tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” imbuhnya.(mus)

Tinggalkan Balasan