Satreskrim Polres Bojonegoro Tangkap Seorang Marketing Credit Executive

oleh

Bojonegoro, memo.co.id

Atas dugaan pemalsuan surat keterangan dalam akta otentik sebanyak 25 akta kridit di sebuah perusahaan leasing tempat ia bekerja, UA (26), diamankan Jajaran Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bojonegoro, pada Senin (04/09/2017) siang kemarin.

UA (pelaku) warga Dusun Bujel, Desa Suwaloh, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang bertugas sebagai _Marketing Credit Executive_ (MCE) atau tenaga marketing lapangan dari perusahaan tersebut kini ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di rumah tahanan Polsek Bojonegoro kota guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Menurut Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro kepada awak media mengungkapkan, bahwa penangkapan dan penahanan pelaku berdasarkan laporan dari korban atau pimpinan perusahaan yang beralamat di jalan Diponegoro, Kota Bojonegoro pada Senin (28/08/2017) lalu. Perbuatan pelaku baru diketahui oleh korban pada tanggal tersebut, sehingga korban baru melaporkan ke Polres Bojonegoro pada hari itu juga.

“kronologi terungkapnya perbuatan pelaku bermula bahwa pada awalnya seorang petugas penagih (_debt collector_) tempat pelaku bekerja, sedang melakukan penagihan terhadap seorang nasabah, namun setelah dilakukan penagihan, diketahui bahwa untuk nasabah tersebut tidak pernah mengajukan kredit di perusahaan pembiayaan tempat pelaku bekerja.

Korban selanjutnya melakukan pengecekan terhadap pelaku dan ternyata pelaku mengakui bahwa untuk pengajuan kredit tersebut data-datanya dipalsukan. Mengetahui hal tersebut, selanjutnya korban segera meneliti seluruh berkas pengajuan kredit yang diajukan melalui pelaku dan ternyata pelaku juga telah melakukan pemalsuan terhadap berkas pengajuan kredit lainnya,” terang Wahyu.

Pelaku juga diketahui telah mengajukan kredit dengan memalsukan data sebanyak 24 pengajuan kredit. Atas perbuatan pelaku pihak perusahaan dirugikan mencapai Rp.170.000.000 (seratus tujuh puluh juta rupiah).

Barang bukti yang disita penyidik antara lain, 25 bendel pengajuan kredit fiktif, 1 (satu) buah BPKB sepeda motor Suzuki Satria Fu 150 dan 3 (tiga) lembar surat pernyataan dari pelaku. Dan dari proses penyidikan tersebut, penyidik telah menemukan setidaknya 2 alat bukti yang sah, bahwa pelaku telah melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan menempatkan keterangan palsu dalam keterangan otentik.

Kapolres melanjutkan, bahwa setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, selanjutnya menimbang tersangka ditakutkan akan melarikan diri, maka terhitung mulai Senin (04/09/2017) kemarin, dilakukan penahanan terhadap tersangka.

Atas perbuatannya, oleh penyidik tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 263 dan atau Pasal 266 KUHP, tentang memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik. Tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.” pungkas Kapolres.(mus)

Tinggalkan Balasan