Tak Kunjung Pulang Saat Mencari Rumput, Setelah Ditemukan Sangat Mengejutkan

oleh

Tuban,memo.co.id

Sutaji (30) salah satu keluarga dari Sukardjo Alias Bodo bin Kasian (68) seorang petani asal Desa Ngrojo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur di buat ketar-ketir setelah mengetahui pamannya pamit pergi mencari rumput namun tidak kunjung pulang-pulang.

” Semua keluarga mengawatirkan keadaan Sukardjo Alias Bodo bin Kasian, pasalnya semenjak pagi setelah pamit pergi dari rumah hendak mencari rumput pada hari Kamis (14/9/2017) sekitar pukul 08.00 WIB, hingga siang hari ternyata tidak kunjung pulang.

Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya Sutaji (30) yang merupakan salah satu keponakan Sukardjo akhirnya memutuskan untuk mencari,”terang Kasubbg Humas Polres Tuban AKP Elis Suendayati.

Lebih dalam lagi Elis menceritakan kepada memo.co.id, sungguh sutaji sangat terkejut setelah melakukan pencarian ternyata Pamannya ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi dengan posisi terlentang kaku, membujur ke arah kepala di sebelah barat.

“Korban ditemukan oleh Sutaji bersama saksi lain Sujarno (32) Suprapto (47) yang merupakan tetangga korban, warga Dusun Tawunan, Desa Ngrojo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, sekitar pukul 12.00 WIB, (14/9), di pematang Sawah milik H. Ngatman Desa Ngrojo,”jelasnya.

Setelah dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Bangilan, petugas bersama tim medis dari Puskesmas Bangilan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk dilakukan pemeriksaan medis, mencatat keterangan dari saksi, dan mengumpulkan barang bukti.

Korban diketahui pada saat pamit pergi mencari rumput dengan membawa sak karung warna putih sebilah sabit. Pada saat petugas dari polsek bangilan mendatangi TKP ditemukan barang bukti berupa sak yang sudah berisi rumput dan sebilah sabit.

Sementara itu menurut keterangan Munasih (istri korban) bahwa sebelumnya suaminya sudah memiliki riwayat penyakit Asma (sesak nafas) dan diabetes yang sudah menahun.

Berdasarkan pemeriksaan dari tim medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Setelah dilakukan pemeriksaan karena pihak korban melarang dilakukan Otopsi. Dengan disertai surat pernyataan oleh pihak kepolisian jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.(mus)

Tinggalkan Balasan