Tega, Anak Gorok Ibu Kandung Sendiri Hingga Leher Hampir terputus

oleh

Bojonegoro, memo.co.id

Muawanah binti Wakijan (52), ibu rumah tangga warga Dusun Candi, Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan.

Jasad Muawanah yang bersimbah darah itu ditemukan oleh suaminya di tempat tidur yang berada di ruangan tamu rumahnya dalam kondisi kepala hampir teeputus.

Menurut keterangan Kapolsek Kanor, AKP Imam Khanafi SH, yang dihimpun dari keterangan saksi-saksi, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (09/09/2017), sekitar pukul 16.00 WIB, suami Korban Mulyo (65) sepulang dari kerja, saat masuk ke dalam rumah, mendapati istrinya bersimbah darah tergeletak di atas tempat tidur yang berada di ruang tamu rumahnya dengan kepala hampir putus.

“Mengetahui hal tersebut, Mulyo langsung mendekati dan melihat keadaan istrinya, namun naas Muawanah sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dalam keadaan panik Mulyo lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong,”terang Kapolsek.

warga sekitar yang berdatangan dan melihat peristiwa pembunuhan tersebut, menurut salah satu warga yang tidak mau disebut namanya langsung melaporkan kejadian ke kepala desa setempat yang diteruskan ke Polsek Kanor,”ujarnya.

Pihak kepolisian Polsek Kanor setelah memerima laporan, Kapolsek bersama anggota dan tim medis mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). Tidak lama kemudian Tim Inafis dari Sat Reskrim Polres Bojonegoro yang tiba di lakosi kejadian lansung melakukan penyidikan terkait pembunuhan sadis tersebut.

Sementara itu Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi, yang didampingi Kapolsek Kanor bersama anggota Reskrim pada Sabtu (9/9) sekitar pukul 23.10 WIB, melakukan Takziah ke rumah duka. Dengan ucapan bela sungkawa dan ikut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Almarhum Muamanah, Kedatangan Kapolres disambut oleh keluarga besar korban.

Kapolres saat dikonfermasi oleh memo.co.id terkait kejadian pembunuhan tersebut memberikan penjelasan, bahwa berdasarkan penyidikan dan hasil dari keterangan para saksi-saksi, di duga kuat pelakunya adalah anak kandung korban sendri yang berinisial MA (26).

“Tadi sudah mengaku mas, meskipun begitu, masih kita butuhkan bukti-bukti lain yang menguatkan. Berdasarkan keterangan dari keluarga pelaku, bahwa memang selama ini pelaku mengalami gangguan jiwa dan beberapa kali masih sering kambuh. Pelaku juga sempat di obatkan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang berada di Kalitidu,” jelas Wahyu.

Kapolres juga memyampaikan, Penyidik masih akan terus melakukan pendalaman termasuk juga melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku. Atas permintaan dari pihak keluarga jenazah langsung dikebumikan karena keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi,”kata Kapolres.

Guna penyidikan dan proses hukum lebih lanjut, pelaku dan beberapa barang bukti sementara diamankan di mapolsek Kanor.(mus)

Tinggalkan Balasan