Pemuda Asal Kapas Bojonegero Terciduk Gara-Gara Status Ini

oleh

foto: (screenshot Facebook)

Bojonegero,memo.co.id

Lebih Baik Jadi Badjingan Dari Pada Polisi… Generasi PKI. Gara-Gara status ini pemilik akun Facebook Rochim She LagiDepresy (Madara Uciha) dilaporkan ke Polisi.

Pemuda yang berinisial AR (19) warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegero yang dikatahui pemilik akun Facebook Rochim She Ibliz LagiDepresy ( Mada Uciha) yang statusnya dianggap mengandung unsur kebencian dan penghinaan terhadap institusi Polri akhirnya harus mempertanggungkan perbuatannya.

Berdasarkan pantauan memo.co.id di akun milik AR (19) pastingan status tersebut diunggah pada 26 Juli 2017 pukul 18.11 WIB.

Sementara itu Kapolres Bojonegero AKBP Wahyu S Bintoro saat dikonfirmasi oleh media ini membenarkan atas penangkapan terhadap pelaku ujaran kebencian yang di tulis lewat akun Facebook tersebut.

“Pada awalnya Agung Wijayanto (30) salah satu anggota Polri yang tinggal di asrama Polisi (Aspol) Kelurahan Klangon kota Bojonegero tanpa sengaja membuka laman Facebook miliknya dan melihat postingan status di akun yang bernama Rochim She Ibliz LagiDepresy (Madara Uciha) yang dianggap mengandung unsur kebencian ( Lebih Baik Jadi Badjingan Dari Pada Polisi… Generasi PKI).

Sebagai anggota Polri merasa nama baik institusinya tercemar, dengan membawa bukti screenshot pada Sabtu (23/9/2017) sekitar pukul 11.00 WIB, Agung Wijayanto melaporkan pemilik akun tersebut ke Polres Bojonegero,”terang Kapolres Kepada memo.co.id Minggu (24/9).

Masih menurut Kapolres, berdasarkan laporan tersebut Tim Panther Polres Bojonegero langsung melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun yang menulis status ujaran kebencian itu. dan setelah diketahui keberadaannya, pada Minggu (24/9/2017) pukul 03.00 WIB, dini hari pelaku ditangkap di rumahnya.

“Atas perbuatannya pelaku akan di jerat dengan pasal 28 ayat (1) dan (2) juncto pasal 45A ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukumannya paling lama 6 (enam) tahun penjara,”jelasnya.

Pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Bojonegero guna penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih meminta keterangan terhadap pelaku terkait tilisannya “Generasi PKI”.

Kapolres menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat khususnya warga Bojonegero untuk bijak dalam bermedia sosial. Karena ada Undang-undang yang mengatur tentang Informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) yang dapat menjerat warga masyarakat yang melakukan tindakan komunikasi mengandung unsur provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok lain,”pesannya. (mus)

Tinggalkan Balasan